Liburan atau Investasi

Liburan VS Investasi. Dewasa ini terutama untuk kalangan anak muda, cukup banyak dari mereka yang cenderung memilih liburan ketimbang investasi. Memang tidak ada salahnya jika pendapat tersebut muncul dari mulut orang lain. Tapi pernakah anda berfikir bahwa hal tersebut justru merugikan anda, terutama di era modern yang ketat dengan persaingan bisnis. Bagi mereka yang tidak bisa berjalan di jalur cepat, maka yang terjadi Cuma ketertinggalan dari yang lainnya.
Saya pribadi merupakan orang yang akan lebih memilih berinvestasi dan memikirkan masa depan saya untuk kehidupan lebih cerah. Pemikiran tersebut bukannya muncul tanpa suatu sebab, namun cenderung ke akibat yang ditimbulkannya. Persaingan kerja yang SANGAT ketat merupakan faktor teratas yang mengubah pemikiran beberapa orang yang berfikir secara logis.
Anda bisa lihat sendiri pada salah satu provinsi di indonesia, yang di mana jumlah pengangguran dengan presentase terkecil pun bukan main lagi jumlahnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa investasi terutama untuk anda yang masih muda, memang sangatlah dibutuhkan. Namun jika anda masih bersikeras untuk mendahulukan liburan, maka anda bisa baca beberapa tips di bawah ini :
1.       Bagi uang yang anda miliki
Membagi uang yang anda miliki merupakan cara pertama yang harus anda lakukan. Ini dimaksudkan karena anda tidak mungkin untuk menginvestasikan uang anda secara keseluruhan. Setidaknya saat anda membagi uang tersebut, minimal kebutuhan anda sehari-hari serta tabungan pribadi anda tidak terganggu. Tabungan di sini cukup penting karena dapat sebagai pertolongan pertama anda jika mengalami sebuah masalah.
2.       Pilih jangka investasi yang anda inginkan
a.       Jangka pendek : Sekitar setahun
b.      Jangka menengah : Selama sekitar tiga tahun
c.       Jangka panjang : lima sampai sepuluh tahun lebih
Jangka investasi tersebut, memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Misal jangka pendek untuk keperluan yang tidak terlalu penting yaitu modal untuk berlibur atau lainnya, serta jangka panjang untuk keperluan yang lebih besar lagi misalnya dalam rangka pensiun atau membeli rumah. Dengan begini maka anda bisa memikirkan keinginan anda setelah investasi secara matang dan tidak salah dalam mengambil langkah.
Tambahan : Untuk investasi jangka pendek, misal nabung di bank, deposito dan reksadana pasar uang.
Bagaimana, sulitkah ? Mau bagaimana pun liburan itu boleh saja, bahkan bisa saja dibilang sebagai sebuah kebutuhan. Namun di lain sisi kondisi masa depan anda juga dipertaruhkan, setidaknya jangan masuk terlalu dalam ke dunia yang indah tersebut. Layaknya peribahasa indonesia “Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang ke tepian”.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Sampai jumpa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Aplikasi android terbaik untuk menggambar